Pandangan Hj. Hikmatul Fadhillah, S.H., M.M. tentang Etika Penggunaan Artificial Intelligence (AI) dan Masa Depan Dunia Pendidikan

Dalam sebuah diskusi santai internal pengurus Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Hikmatul Fadhillah pada Senin (21/7), Hj. Hikmatul Fadhillah, S.H., M.M., menyinggung soal perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan pentingnya sikap lembaga pendidikan Islam dalam menyikapinya.
Diskusi yang berlangsung ringan ini, membahas arah kebijakan lembaga di tengah kemajuan teknologi yang semakin cepat. Menurut Ketua YPI Hikmatul Fadhillah (yang akrab dipanggil Umi ini), lembaga pendidikan memang perlu mengikuti perkembangan zaman, tetapi tidak boleh lepas dari prinsip utama yayasan: akhlak dan adab.
“AI bisa membantu banyak hal, termasuk dalam pendidikan. Tapi kita harus tetap pegang nilai. Di yayasan ini, prinsip kita jelas, semua harus berakhlak dan beradab,” ujarnya.
Beliau menekankan bahwa teknologi bukan sesuatu yang perlu ditakuti, tapi juga tidak bisa diterima begitu saja tanpa pertimbangan nilai. “YPI Hikmatul Fadhillah”, katanya, “sangat mendukung kemajuan teknologi, namun tetap menjaga agar semua yang digunakan tetap dalam koridor akhlak.”
Beliau melanjutkan, “Teknologi bisa berguna, bisa juga merusak, tergantung siapa yang pakai dan untuk apa. Karena itu pendidikan akhlak tetap harus jadi dasar.”
Dalam perbincangan tersebut, muncul pula pembahasan soal masa depan pendidikan dan peran tenaga kependidikan di era AI.
Hj. Hikmatul Fadhillah juga sepakat bahwa ke depan, guru dan seluruh tenaga pendidik di lingkungan YPI Hikmatul Fadhillah perlu memahami dasar-dasar penggunaan AI dalam konteks pendidikan.
“Penting bagi guru dan staf kita untuk mulai belajar apa itu AI. Bukan supaya ikut-ikutan, tapi supaya paham bagaimana cara kerjanya, dan bagaimana tetap menjaga nilai adab dalam menggunakannya,” jelas Ketua YPI Hikmatul Fadhillah.
Beliau menambahkan, dalam tradisi yayasan yang menekankan etika dan tanggung jawab, pemanfaatan teknologi harus selalu disertai kontrol nilai. Guru tidak cukup hanya memahami materi pelajaran, tapi juga harus mampu membimbing siswa dalam menggunakan teknologi secara bijak.
Diskusi ditutup dengan catatan penting bahwa penguatan nilai akan terus menjadi ciri khas YPI Hikmatul Fadhillah.
“Teknologi bisa berubah, tetapi prinsip akhlak dan adab akan terus dijaga sebagai dasar dari semua aktivitas pendidikan di lingkungan yayasan”, tutupnya.*** (ATJ)
Komentar Terbaru