Hj. Hikmatul Fadhillah, S.H., M.M. Lanjutkan Pembinaan dan Pengabdian di Komunitas Pemulung Kota Medan

Pada Senin, 21 Juli 2025, Ketua Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Hikmatul Fadhillah, Hj. Hikmatul Fadhillah, S.H., M.M., kembali melaksanakan kegiatan pembinaan dan pengabdian masyarakat di kawasan rel Jalan Martapura, Kota Medan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan rutin yang telah dilaksanakan secara konsisten selama lebih dari lima belas tahun terhadap komunitas pemulung yang bermukim di wilayah tersebut.

Sejak tahun 2009-an, Hj. Hikmatul Fadhillah secara langsung mendampingi dan membina komunitas ini. Pembinaan dilaksanakan dua kali dalam sebulan, dengan fokus pada aspek keagamaan, keluarga, dan sosial.

Seluruh kegiatan ini dijalankan melalui sinergi antara Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Hikmatul Fadhillah dan Persatuan Perempuan Tauhid Tasawuf (P2T) Sumatera Utara, di mana beliau juga menjabat sebagai ketua.

Dalam kunjungan terbaru ini, kegiatan berlangsung dengan suasana hangat dan penuh haru. Salah satu momen paling berkesan adalah ketika sepasang anggota komunitas menyatakan diri memeluk Islam.

Pasangan tersebut kemudian melangsungkan akad nikah secara sah, difasilitasi oleh tim dari P2T Sumatera Utara. Prosesi pernikahan disaksikan oleh anggota komunitas dan para relawan yang turut hadir dalam pembinaan.

Menurut Hj. Hikmatul Fadhillah, peristiwa seperti ini merupakan hasil dari proses pembinaan yang berlangsung secara perlahan dan terus-menerus. Ia menyampaikan bahwa perubahan tidak terjadi secara instan, tetapi tumbuh seiring dengan kedekatan emosional dan pemahaman yang dibangun dari waktu ke waktu.

“Kami tidak datang membawa instruksi, tapi membawa kehadiran. Kami mendengar, menemani, dan mengajak. Hasilnya adalah perubahan yang datang dari kesadaran, bukan paksaan,” ungkapnya.

Selama lebih dari satu dekade, pembinaan ini telah membuahkan berbagai pencapaian nyata. Salah satunya adalah pernikahan sah yang telah difasilitasi untuk lebih dari 50 pasangan dari komunitas binaan. Banyak dari mereka sebelumnya hidup bersama tanpa ikatan agama yang jelas. Melalui pembinaan, mereka tidak hanya mendapatkan pemahaman agama, tetapi juga bimbingan dan pendampingan keluarga.

Hj. Hikmatul Fadhillah menekankan pentingnya menjadikan dakwah sebagai aktivitas yang membumi, menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Menurutnya, dakwah tidak hanya milik mimbar atau forum-forum formal, tetapi juga harus hidup di lorong-lorong kota dan lingkungan marginal yang sering luput dari perhatian.

“Dakwah yang menyentuh itu bukan dari ceramah yang tinggi, tapi dari kehadiran yang rendah hati. Masyarakat yang terpinggirkan perlu dirangkul, bukan dihakimi,” tuturnya.

Perjalanan panjang pembinaan ini tentu tidak lepas dari tantangan. Pada masa awal, banyak warga yang menyambut dengan ragu, bahkan menolak. Namun, ketekunan dan kesungguhan membuahkan hasil. Komunitas yang semula tertutup kini semakin terbuka dan aktif dalam mengikuti kegiatan pembinaan.

Sebagai penerima penghargaan Woman of the Year 2017, Hj. Hikmatul Fadhillah menunjukkan bahwa kerja sosial tidak harus dimulai dari anggaran besar. Justru, niat tulus dan komitmen yang konsisten menjadi kunci keberhasilan program pembinaan ini.

“Kami menjalankan semua ini dengan kesederhanaan. Tidak ada panggung besar, tidak ada baliho. Tapi kami percaya, Allah melihat keikhlasan, bukan kemegahan,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa kegiatan pembinaan ini membawa dampak bukan hanya bagi warga yang dibina, tetapi juga bagi para relawan yang mendampingi. Banyak dari mereka yang merasa ikut terbentuk secara spiritual dan emosional.

“Relawan kami belajar langsung dari masyarakat. Mereka menyaksikan keteguhan hidup dalam keterbatasan, dan dari situlah muncul kesadaran baru tentang arti dakwah dan empati,” jelasnya.

Di akhir kegiatan, seluruh peserta dan warga berkumpul dalam doa bersama. Hj. Hikmatul Fadhillah turut hadir mendampingi hingga kegiatan selesai. Ia kembali menyampaikan komitmennya untuk terus hadir membersamai komunitas ini selama masih diberikan kesehatan dan kekuatan.

“Kegiatan ini bukan proyek sementara. Ini adalah bentuk pengabdian yang saya niatkan sebagai bagian dari jalan hidup saya. Selama Allah memberi waktu, saya akan terus hadir,” tuturnya.

Program pembinaan masyarakat ini menjadi salah satu bentuk nyata pengabdian Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Hikmatul Fadhillah terhadap pembangunan sosial berbasis nilai keislaman. Melalui pendekatan yang sederhana namun konsisten, Hj. Hikmatul Fadhillah menunjukkan bahwa dakwah lewat pengabdian dan pembinaan mampu menjangkau semua kalangan, selama dilakukan dengan hati yang ikhlas dan semangat untuk melayani.***(ATJ)